BUDAYA

Undangan Pelantikan Dewan Adat Kerajaan Tana Toraja Bikin Resah, Keluarga Tongkonan Sassa’ Minta Maaf

Comments (9)
  1. iskandar berkata:

    Okelah klo kerajan it maksudnya kabupaten tpi bgmn penjelasan tongkonan sassa’ mengenai gelar haji mustamin di bawah tanda tangannya yg mengatakan bahwa dia “KETUA PEMANGKU ADAT RAJA TANA TORAJA TO MATASAK XIX” … dia dztu jelas menganggap dirinya raja tana toraja… it tertera d undangannya… bgmn dgn it… bukankan it pelecehan terhadap adat…

    1. Titus Panggau berkata:

      Puang, Ma’dika dan kasta lainnya itu tidak perlu dilantik karena Puang merupakan kasta di Tana Toraja yang didapat secara turun temurun melalui pengakuan masyarakat pada umumnya dalam satu daerah tertentu dan bukan pemberian dari seseorang atau negara dan atau pemerintahan. Kasta tersebut didapat apakah melalui perjuangan yang panjang secara turun temurun sehingga masyarakat yang merasa terbantu tersebut mengakui kasta tersebut pada satu rumpun keturunan.

  2. Fransiskusinya Allo berkata:

    Terlalu banyak kejanggalan yang kalian buat.bantahan ini tidak menjawab persoalan ini dengan tuntas.Penggunaan nama Kerajaan Tana Toraja adalah hal yang sangat Fatal,kemudian gelar To Matasak XIX itu darimana??? Bahkan mencatut nama Bupati Tana Toraja .Oke karena itu perisitiwa ini harus diutus apa motifnya.

  3. Semuel Rante Liling berkata:

    Jadi karena ingin dianggap Dan dihormati makanya akan dilegalisasi? Kalau begitu cukup dengan pemberitahuan ini kami masyarakat Toraja menghargai partisipasi dan peran tonggokan sassa’ dalam hal kapariwisataan di Toraja. Namun, bagaimana dengan si bapak Haji yang akan menjadi pemangku adat di tongkonan sassa’? Beranikah anda menjamin bahwa dalam perannya sebagai pemangku adat tongkonan sassa’ tidak akan pernah terjadi lagi kesalah pahaman antara pemangku adat tongkonan sassa’dengan masyarakat adat Toraja yang ingin melaksanakan adatnya secara totalitas? Sebagai contoh, jika misalnya sang pemangku adat tersebut “Dita ii duku’ Bai” dari dalam “tarampak” apakah dia tidak akan tersinggung?

  4. Fian Songgi Patalo berkata:

    Apapun namax tongkonan sassa’ tdk bs mengklaim diri sbg pusat adat.ingat sebelumnya ad aluk sanda pitunna sblm sanda saratu’ bgm mungkin adat sebelumnya dihilangkan…dn anda tahu tomanurun di langi puang kila’ta’pari batang kawin dg tomanurun ambun di kesu’ it jauh seblm puang tamboralangi’…..klu tolol adat jg bikin risau.sirariki’ tu kesusi tu.#generasisonggipatalo

    1. Sassa' berkata:

      Dear fian #generasisonggipatalo, ini saat tepay yg akan memberi jalan yg mnrt sy baik buat semuanya, untuk bergerak cepat, maju untuk klaim kembali, tentunya dgn penjelasan yg tepat. Setau saya klo disampaikan dgn benar dan memang benar, semua pihak akan menerimanya. Mksd sy adalah, jgn biarkan hal ini terjadi hanya dgn berdiam diri dan berkomentar di tempat, menunggu sampai acara benar2 terjadi, baru datang dengan pasukan dan perlengkapan perang. Ada baiknya klo dtg lebih awal bicara dan selesaikan dgn kepala dingin, sampaikan siapa yg sebenarnya berhak utk klaim sbg pusat adat dgn penjelasan di komentar tadi di atas, klo memang benar tetapi tidk diindahkan, baru maju dgn pasukan perang, tetapi bila sebaliknya, maka terima dengan sikap berjiwa besar. CMIIW

      Note,
      Bila diperlukan nomor contact person ketua panitianya sy tau, dan dapat sy berikan via email jika ada jaminan bahwa yg dibicarakan hanya utk kepentingan kebaikan saja utk kepentingan bersama.

      Salama’

  5. agustinus Liling berkata:

    Maaf, saya sebagai putra Toraja tersinggung atas pengukuhan ketua adat tongkonan Sassa, yang di pelesetkan menjadi pengukuhan Raja Toraja. Tana Toraja sangat luas, jadi sangat tidak etis kalau tongkonan Sassa sekecil itu dan tidak banyak diketahui oleh masyarakat akan menjadi suatu kerjaan Toraja, maka sangat kasar kami katakan bahwa Sassa tidak pantas ” memang kalian itu siapa” tan pa izin kepada seluruh masyarakat Toraja mau membentuk kerajaan Toraja. Kami sarankan urus rumah (tongkonana) kalian sendiri, jangan bawah nama kami kami tidak apa itu Sassa, dimana dan siapa..!

  6. anak bulo di apa` berkata:

    TORAJA bukan kerajaan. pada umumya yang ada di toraja itu kaparengesan dalam satu wilayah adat. kaparengesan merupakan tugas yang di bebankan kepada sebua tongkonan untuk menjaga adat istiadat dalam wilayah adatnya. pengangkatanya pun melalui kombongan to ma`tongkonan yang memilih siapa yang layak menjadi toparenge`tongkonan sekaligus mangrenge` tondok. jadi dalam satu tongkonan kaparengesan hanya 1 orang toparenge. kalau tongkonan sasa` sudah punya toparenge`,kenapa harus ada parenge` tandingan yang menyebut dirinya raja? dewan adat nasional tidak punya kapasitas untuk itu.
    PERLU PANITIANYA KETAHUI: kaparengesan dalam satu wilayah adat di toraja adalah praktek demokrasi yang baik dimana semua tindakan harus melalui musyawarah toparenge`.bukan kerajaan dimana apa yang dikatakan seorang raja itulah yang terjadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *